Minggu, 07 November 2021

Toxic People in Your Circumtances

Kehidupan itu pasti ada yang tidak menyenangkan. 

Terutama dari seseorang yang berlabel "teman".

Saya mengalami sendiri bagaimana seorang yang menunjukkan sikap baik di depan kita, manis kalimatnya namun di belakang kita dia melakukan pembunuhan atas karakter kita.

Bukan hanya melalui status sindiran di WA nya, namun juga melakukan manipulasi terhadap orang lain. Bahwa kita yang sudah bersalah kepada dia, dan dia tidak pernah salah. Selalu mencari kambing hitam dari setiap perbuatannya, dan kita salah satunya.

Awal cerita, saya kenal sama seseorang ini ketika mengikuti pendidikan profesi guru.

Dia dari ibukota negara, dan saya dari daerah Kalimantan.

Entah kenapa, dia selalu merasa harus bersaing dengan saya, mungkin dari pribadi saya yang suka membantu, menolong, berbagi dan terutama TEGAS dalam hal apapun.

Saya memang bisa membaur, meski kurang suka bergaul.

Saya menjadi sedikit akrab dan dekat dengan beberapa panitia, mungkin dikarenakan pola pikir mereka yang saya sukai dan sama dengan karakter saya.

Orang ini, berusaha mendekati saya dengan saling membagi cerita hidup, namun karna saya tipe mudah akrab bukan berarti saya langsung merasa dekat secara emosi meski ada beberapa persamaan dalam hidup kami.

Saya sudah terlatih untuk menghargai orang lain, tidak menghakimi apalagi menghina atas segala kekurangan orang lain. Tidak akan ada award dalam hidup saya untuk perbuatan seperti itu. Bagusnya saling bantu.

Singkatnya, selama 2 taun mengenal dia, sepertinya dia merasa ada sesuatu yang harus dia lakukan lebih baik dari saya, persaingan yang harus slalu dia menangkan.

Dia menyindir status saya sebagai instruktur nasional, dan menyampaikan kalw dia juga instruktur di kotanya, bagi dia itu persaingan prestasi namun bagi saya itu konsep bagus karna kelak bisa berkolaborasi. Sayangnya, bagi dia itu tidak mungkin, karna saya orang kampung.

Tetapi selepas pendidikan, saya kembali ke aktifitas dan proses kehidupan saya, ada cita-cita pribadi yang saya ingin capai. Puji Tuhan dalam 1 tahun saya bisa berhasil mencapainya, meski penuh dengan proses di jalan berbatu-batu dan kerikil tajam. Bukankah tidak ada jalan kehidupan yang slalu mulus?

Herannya, orang ini mengikuti semua apa yang telah saya lakukan. Seakan dia ingin buktikan kalw dia bisa dan mampu serta lebih baik dari saya.

Ikut mendaftar pelatihan pada suatu organisasi Negeri, yang notabene saya menjadi coach atw mentor di beberapa kanalnya. Begitu juga mengikuti kegiatan saya yang lain, ikut di organisasi yang saya bentuk bersama rekan-rekan. Yaa saya sih ga terganggu dengan itu, karena bukti bahwa dia dan mereka tidak lebih dari follower saya, I am the first.

Nah kebetulan ada "kekasih"nya yang saya ajak menjadi pendiri. Saya tau bagaimana perbuatan dan perkataan mereka di belakang saya. Tapi, harapan saya mereka bisa berubah dan lebih profesional.

Ternyata saya salah. Orang ini meneror saya menggunakan no WA kekasihnya, dan kekasihnya mengklaim kalw itu di hack. Saya tau sih mereka berbohong, tapi kan untuk apa dipaksakan. Toh POLDA Kalteng juga udah melacak dan memberitau IP Addressnya serta email yang dipake sampe no IMEI Hp.

Parahnya lagi, kekasihnya ini ternyata selain pandai berbohong juga pandai menggosip dan memanipulasi orang lain, ga heran karna dia lulusan Politik dan juga orang partai. Cuman dia ga tau berhadapan dengan sapa, saya tau perlakuannya di belakang saya, dan saya anggap udah kelewatan. Itu merusak kepercayaan pribadi maupun golongan di organisasi. Terlebih ketika orang itu meminta temannya yang salah satu rekan saya di satu komunitas untuk mengcapture semua percakapan saya di grup WA kami, kemudian capture itu di kirimkan ke kekasih orang tadi dan beberapa orang di organisasi.

Wah itu pelanggaran ITE banget. Saya ga heran. Karna orang itu dan kekasih kan sebelumnya udah meneror saya, apalagi juga sudah mengajak orang lain melakukan hal sama.

Saya laporkan semua ke POLDA Kalteng, cuman saya ga teruskan.

Sebab saya memikirkan lagi kasihan dengan anak-anak mereka, masih kecil-kecil. Terlebih orang itu seorang single parent. 

Akhirnya tindakan saya adalah melepas mereka semua, mendoakan mereka. Namun tidak akan mengingat mereka adalah teman-teman saya. Tidak akan lagi menganggap mereka teman-teman saya.

Mereka itu tuh semua ada kelainan psikologis, mereka yang mencetus kejadian kemudian mereka berusaha menjadi korbannya dengan membuat saya sebagai kambing hitamnya.

Saya tau TOXIC nya mereka, karena itu saya tidak mau bergaul dekat-dekat dengan mereka. Nanti kehidupan saya jadi teracuni seperti yang sudah-sudah. Mereka tuh pengen naik panggung dan dikenal sebagai pahlawan. Tanpa paham proses dan tidak mau trima resiko. 

Pesan saya, hati-hati dengan orang-orang seperti ini.

Di depan kalian bisa jadi dia manis, namun di belakang kalian akan ada perkataan dan tindakan mereka yang mengkhianati kalian.

Kalw di agama Kristen tuh, mereka ini adalah contoh Yudas masa kini.

Tidak bisa dijadikan teman apalagi sahabat.

Mereka akan meracuni hidupmu, karna mereka adalah racun itu sendiri. 


So, be wise dalam memilih teman dan pergaulan.. 


God Bless.....

Senin, 06 September 2021

Gelisah Karena Keinginan Tidak Kunjung Tercapai

Gelisah Karena Keinginan Tidak Kunjung Tercapai

Aku adalah seorang perempuan di usia pertengahan 30an, dan hanya seorang guru honor yang memiliki banyak keinginan. 

Pernah aku iri jika melihat pencapaian orang lain dan juga kehidupan bahagianya yang selalu dipamerkan di media sosial. Bisa liburan ke kota atau bahkan ada yang liburan ke luar negeri. 

Sedangkan aku sudah hampir 11 tahun usia anakku belum sekalipun pernah mengajak anakku jalan-jalan keluar kota, menikmati fasilitas permainan maupun pemandangan di kota-kota yang terkenal akan destinasi pariwisatanya. 

Mom & Daughter

Kadang kegelisahan ini selalu muncul di pikiranku, apalagi jika anakku bertanya kalau dia ingin pergi ke kota A yang ada wahana permainan yang lengkap. Kegelisahan seperti yang ku rasakan ini mungkin banyak dialami oleh orang lain yang memiliki profesi sama dengan gaji yang sangat pas-pasan dan bahkan minimal untuk pemenuhan kebutuhan tiap bulannya. Tidak semua orang bisa beruntung dan memiliki pilihan untuk menentukan liburan kemana. 

Keinginan adalah suatu harapan yang wajar, suatu impian yang hadir dan mungkin ada yang berusaha mewujudkannya dengan bekerja keras. Bukankah bermimpi dan memiliki keinginan merupakan suatu hasrat di dalam diri yang bisa membangkitkan potensi dan motivasi diri? 

Namun, ada hal yang harus dibatasi dan dipagari. Tidak semua keinginan dan mimpi harus  diwujudkan. Untuk itu, aku selalu mengingatkan diri bahwa untuk sekarang pun sudah bersyukur, sebab tidak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya, dan tidak semua orang bisa mencapai di posisiku sekarang yang mungkin saja adalah impian bagi sebagian orang. Bukankah semua ini harus ku syukuri, nikmati dan hargai? 

Foto by Meyrisa Ang

Puji Tuhan, dengan pengingat diri itu kegelisahanku untuk jalan-jalan dan liburan keluar kota berkurang, aku lebih mensyukuri kebersamaanku bersama anakku di waktu luang tanpa harus pergi pesiar. Apalagi dengan kondisi pandemi yang mendunia. Di rumah saja adalah salah satu pilihan terbaik yang ada supaya bisa terhindar dari terpaparnya virus pandemi dan tetap sehat. 

Sebab, di dalam tubuh yang sehat maka tersimpan jiwa yang sehat pula. Jika tubuh sehat, dan masih bisa bekerja keras maka akan bisa berlibur kemana pun yang di mau. 

Untuk itu, bersyukurlah dengan keadaan sekarang yang sudah diberikan Tuhan, manusia hanya melaksanakan apa yang wajib dilaksanakannya dan Tuhan lah yang akan menyempurnakannya nanti. 

Tidak ada yang lebih hebat dari berlibur kemana pun, dengan biaya yang hemat dan murah, yaitu berlibur secara virtual. Dengan adanya Teknologi, adanya Youtube maka kita bisa menikmati liburan meski dirumah saja. 

Tetaplah bersyukur, hidupilah hidup yang sudah luar biasa sempurna dibentuk oleh Tuhan. Dan pastinya tidak ada rancanganNya yang salah dalam hidup kita sekarang ini. Tuhan tak pernah gagal dalam rencanaNya dihidup kita. 

Tuhan memberkati.....


#semuabisamenulis

#gurumotivatorliterasi

#forumindonesiamenulis

#gurumotivator

#majukanliterasiindonesia


Forum Indonesia Menulis Fim

Selasa, 10 Agustus 2021

Cerita Belajar.id : Mudah mengakses data dengan Google Drive

 Cerita Belajar.id

Mudah mengakses data dengan Google Drive

Masalah

Dampak

Solusi

Masalah

Saya menggunakan Google Classroom sebagai kelas belajar selama pandemi covid 19 secara penuh. Dan untuk pengumpulan tugas ada di beberapa unit saya meminta tugas dalam bentuk gambar, PPT atau slide dan Video. Namun kendala utama adalah Google Drive dari akun Gmail biasa tidak mampu menampung banyaknya tugas yang dikumpulkan peserta didik saya. Kalau harus dihapus sungguh sangat sayang sekali karena itu adalah hasil pekerjaan mereka yang layak untuk disimpan di publikasikan, sehingga kelak bisa menjadi contoh sebagai bahan pelajaran. Untuk itu terpaksa saya harus mengganti-ganti akun gmail untuk membuat Google Classroom saya supaya bisa muat semua tugas dari peserta didik saya.

Dampak

Kemudian setelah saya mendapatkan akun belajar.id dan membuat Google Classroom, akhirnya saya tidak perlu lagi berganti-ganti email demi bisa mendapatkan Drive yang mumpuni untuk membantu saya mengelola kelas Google saya. Sungguh sangat diberkati memiliki kelas Google dengan tempat penyimpanan yang tak terbatas. Membantu mempermudah pekerjaan saya dalam hal administrasi kelas.

Solusi

Untuk bisa menggunakan Google Drive akun belajar.id, langkah pertama adalah login ke Google Akun dan masukkan email dari akun belajar.id yang sudah kita dapat dari operator atau kepala sekolah. Lalu klik titik yang ada sembilan di sebelah bulatan akun dan pilih Drive. Nah disitu kita bisa melihat semua Materi dan Tugas yang sudah kita kirimkan di Google Classroom kita, yang tentu saja kita membuat Google Classroom terlebih dahulu, pada folder Classroom. Kita pun bisa merubah warna folder sesuai kesukaan kita untuk lebih mempermudah kita mencari folder classroom, dan bisa kita tambahkan sebagai prioritas untuk lebih mempermudah kita mengorganisir kelas kita.




Google Drive Akun Belajar.id


Berikut ini Video panduan untuk membuat Google Classroom dan Membuka Google Drive dari akun Belajar.id




Kamis, 25 Februari 2021

Akun Pembelajaran dari Kemdikbud (belajar.id)



Apakah Guru-guru hebat Indonesia sudah memiliki akun belajar.id yang diberikan Kemdikbud secara gratis melalui Dapodik?

Akun belajar.id adalah akun pembelajaran elektronik yang memuat nama akun (user ID) dan akses masuk akun yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Akun ini dapat digunakan oleh Pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik sebagai akun untuk mengakses layanan atau aplikasi pembelajaran berbasis elektronik atau digital.

Selasa, 10 November 2020

Tantangan Keluarga Kristen Masa Kini

 


Pendahuluan

Keluarga adalah institusi atau lembaga terkecil yang membangun sebuah masyarakat, namun juga sekaligus yang mengalami tantangan yang paling besar seiring dengan perkembangan zaman. Kehidupan di era modern ini begitu penuh dengan kesibukan dan persaingan yang semakin tinggi, menciptakan pribadi-pribadi yang semakin individualis. Orang cenderung mencari kesenangan dan kebahagiaannya sendiri, sehingga ketika hal ini diperhadapkan dengan kehidupan didalam pernikahan maka akan menimbulkan masalah yang cukup besar.

Jumat, 06 November 2020

Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab



Ada orang begitu mudah melempar tanggung jawab, dan melihat orang lain menjadi korban dari apa yang seharusnya ia lakukan. 

Senin, 02 November 2020

Revolusi Industri 4.0 dalam Pembelajaran PAK




Abstrak: 
Era Revolusi Industri 4.0 berdampak dalam segala hal. 
Pendidikan Agama Kristen dapat berperan dalam membimbing anak muda Kristen untuk bisa beradaptasi serta menyikapi perubahan di era Revolusi Industri 4.0 dengan derasnya berita-berita kurang jelas dan kebohongan alias hoax. Sehingga generasi muda Kristen bisa menjadi saksi-saksi Kristus serta menyampaikan kebenaran yang harus dipegang teguh dan mampu membangun relasi yang baik terhadap sesama. 

Rabu, 07 Oktober 2020

Perangkat Pembelajaran PAK & BP

Berikut ini perangkat pembelajaran Mapel PAK & BP untuk semester 1 tahun ajaran 2020/2021
Untuk SD disini

Untuk SMP disini

Untuk SMA/ SMK disini


Silahkan untuk bergabung di grup telegram Forum Guru PAK Indonesia

Dan jika ingin mengikuti webinar maupun pelatihan khusus untuk Guru PAK silahkan bergabung di Grup Komunitas Peduli Guru PAK di Telegram. Kami akan membagikan tutorial serta inovasi pembelajaran...


Semoga bermanfaat,,salam guru PAK hebat

5 Bentuk Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Tahun 2020



Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kemampuan minimum yang dilakukan kepada peserta didik. Kemampuan minimum yang dimaksud adalah kemampuan paling dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang tertentu. Kemampuan dasar tersebut dalam hal ini meliputi literasi membaca dan numerasi. Kemampuan ini sesuai dengan kecakapan abad ke-21 yang menuntut peserta didik untuk dapat mengikuti perkembangan zaman yang penuh dengan tantangan.

Senin, 06 Juli 2020

Positive Mind Brings the Positive Energy and Life



Jika bergaul dengan orang-orang yang memiliki visi maju dan berkembang bersama dalam team work, maka tidak akan ada iri dengki serta saling dendam.
Jika bergaul dengan para pecundang, para pesimistis maka kita akan menjadi manusia yang mudah putus asa dan gampang menyerah.
Dan jika kita bergaul dengan orang-orang rendah hati maka  kita akan menjadi pribadi mudah memaafkan serta ringan tangan.

Sabtu, 06 Juni 2020

SAGUSABLOG LANJUTAN 41

Sagusablog Lanjutan 41

Syalom,

Salam sejahtera untuk kita sekalian. 

Senang sekali saya bisa sedikit berbagi mengenai kegiatan yang saya ikuti dari suatu kanal forum guru Indonesia.Kegiatan yang saya ikuti kali ini bersifat online, dengan dipandu oleh beberapa mentor dalam satu grup pembelajaran yang luar biasa. Bulan Mei 2020 yang lalu, saya sudah mengikuti kegiatan pelatihan online SAGUSABLOG Dasar. Dan setelah dinyatakan lulus, saya melanjutkan ke level selanjutnya yaitu SAGUSABLOG Lanjutan. SAGUSABLOG adalah akronim dari Satu Guru Satu Blog yang merupakan salah satu kanal dari IGI  (Ikatan Guru Indonesia).  

Menerima Translation & Pengetikan


Menerima 
Translation & Pengetikan

Translation dari - ke:
❥Indonesia - English

❥English - Indonesia

Tarif  akan dihitung perkata Rp. 2000,-
Untuk modul atau terjemahan teknik sipil akan ada tarif tertentu.

Untuk informasi selanjutnya, silahkan hubungi di
WA 081349022025 ( Chat Only)


Soal PAS KELAS XI


Silahkan mengerjakan soal-soal di bawah ini

Kamis, 04 Juni 2020

Hubungi Saya

Jika berkenan ingin berbagi mengenai informasi Pendidikan dan mendapat respon dengan cepat, silahkan menghubungi saya melalui :

FB  :  Meyrisa Ang

IG   :  Meyrisa Ang

Telegram  :  Meyrisa Ang

Terimakasih...

Tuhan Memberkati kita sekalian 💜🌷🌺

Rabu, 03 Juni 2020

Kelas XII



HAK AZASI MANUSIA HAK AZASI MANUSIA  MENURUT IMAN KRISTEN


UN's Mandate to Protect Human Rights Takes Another Hit | Inter ...

Pengertian Hak Azasi Manusia

Berbicara  tentang Hak Azasi Manusia (HAM) memang selalu manarik untuk diperbincangkan.memang selalu manarik untuk diperbincangkan. Itu sebabnya selama berabad-abad manusia manusia terus berupaya memperjuangkan hak-hak azasinya.berupaya memperjuangkan hak-hak azasinya.
Definisi Menurut Para Ahli

John Locke : Hak asasi manusia adalah hak yangHak asasi manusia adalah hak yang dibawa sejak lahirdibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat padayang secara kodrati melekat pada manusia dan tidak dapat diganggumanusia dan tidak dapat diganggu gugat atau sifatnya mutlak.gugat atau sifatnya mutlak.

Jack Donnely : Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata- mata berdasarkan martabatnyamata berdasarkan martabatnya sebagai manusia.

Prof. Koentjoro Poerbo Pranoto Hak asasi manusia adalah hak yangHak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hakbersifat asasi. Artinya, hak-hak yang dimiliki manusia menurutyang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapatkodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehinggadipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci.bersifat suci.

UU RI NO 39 tahun 1999 tentang HAM dijelaskan HAM adalahtentang HAM dijelaskan HAM adalah “seperangkat hak yang melekat pada “seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusiahakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk  Tuhan Yang Maha dan merupakan anugerahNya Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungankehormatan serta perlindungan harkat dan mertabat manusia”.

Definisi Menurut Alkitab (Kej. 1:26-29; 2:17-18)(Kej. 1:26-29; 2:17-18) HAM, adalah hak-hak yang paling asasi yang melekat pada diriasasi yang melekat pada diri manusia yang melekat secaramanusia yang melekat secara kodrati pada diri manusia sebagaikodrati pada diri manusia sebagai karunia Allah.

Pengertian HAM adalah : Sejarah, Jenis, Macam, Contoh, Pelanggaran


DARI PENGERTIAN DI ATAS, ADA TIGA HALYANG PERLU KITA PERHATIKAN. 

Pertama bahwa HAM melekat pada diri manusia. Artinya bahwa hak azasi dimiliki oleh setiap manusia diseluruh dunia, tanpa membedakan usia, jenis kelamin, suku bangsa, etnis, agama, warna kulit, dan lain-lain. Hal ini disebut dengan HAM Bersifat Universal. Dan hak azasi itu juga tidak dapat dipisahkan  dari kehidupan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia.

Kedua Bahwa HAM  merupakan anugerahNya. Artinya hak azasi itu diberikan  oleh Tuhan, dan pemberian itu diberikan dengan cuma-cuma. Tuhan memberikan hak azasi itu  pada diri manusia sejak ia “berada” (sejak di dalam kandungan sampai ia mati) atau dengan kata lain  HAM itu bersifat fundamental. 
Hal itu juga menegaskan  bahwa HAM bukanlah pemberian seseorang, apalagi yang namanya penguasa, pemerintah.  Ketiga Bahwa HAM harus dihormati. Artinya siapapun manusia di muka bumi ini harus menjunjung  tinggi HAM dan pemerintah, penguasa sebagai penyelenggara Negara, penerima mandat dari Tuhan wajib melindungi hak azasi tiap-tiap warga negaranya tanpa membeda-bedakannya.

Materi kelas XI, semester 2

  
PERAN KELUARGA, SEKOLAH, MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DALAM PENDIDIKAN


A.                Peran Keluarga Dalam Pendidikan

Proses pendidikan bagi generasi muda mempunyai tiga pilar penting. Ketiga pilar itu adalah sekolah, masyarakat dan keluarga. Pengertian keluarga tersebut nyata dalam peran orang tua. Pola penyelenggaraan pendidikan nasional mengakibatkan ketiga pilar penting terpisah. Sekolah terpisah dari masyarakat atau orang tua. Peran orangtua terbatas pada persoalan dana. Orang tua dan masyarakat belum terlibat dalam proses pendidikan menyangkut pengambilan keputusan monitoring, pengawasan dan akuntabilitas. Akibatnya sekolah tidak mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada orangtua.
Anak merupakan masa depan bagi setiap orangtua. Pada usia balita, anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dan perhatian orang tuanya seringkali pemurung, labil dan tidak percaya diri. Ketika menjelang usia remaja kadang-kadang mereka mengambil jalan pintas, dan minggat dari rumah dan menjadi anak jalanan. Kesibukkan orang tua yang berlebihan, terutama ibu, menyebabkan anak kehilangan perhatian.
Menurut Dr. Zakiah Drajat, tanggung jawab pendidikan kristen yang menjadi beban orang tua sekurang-kurangnya harus dilaksanakan dalam rangka:
1.      Memelihara dan membesarkan anak.
2.      Melindungi dan menjamin keamanan, baik jasmaniah maupun rohaniah, dari berbagai gangguan penyakit dan dari penyelewengan kehidupan dari tujuan hidup yang sesuai dengan falsafah hidup dan agama yang dianut.
3.      Memberi pengajaran dalam arti yang luas, sehingga anak memperoleh peluang-peluang memiliki pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi-tinggi mungkin yang dapat dicapainya.
4.      Membahagiakan anak di dunia, sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim.
Ayah dan ibu adalah teladan pertama bagi pembentukan pribadi anak. Keyakinan-keyakinan, pemikiran dan perilaku ayah dan ibu dengan sendirinya memiliki Pengaruh yang sangat dalam terhadap pemikiran dan perilaku anak. Karena kepribadian manusia muncul berupa lukisan-lukisan pada berbagai ragam situasi dan kondisi dalam lingkungan keluarga. Peran kedua orang tua dalam mewujudkan kepribadian anak antara lain :
1)      Kedua orang tua harus mencintai dan menyayangi anak-anaknya. Ketika anak-anak mendapatkan cinta dan kasih sayang cukup dari kedua orang tuanya, maka pada saat mereka berada di luar rumah dan menghadapi masalah-masalah baru mereka akan bisa menghadapi dan menyelesaikannya dengan baik. Sebaliknya jika kedua orang tua terlalu ikut campur dalam urusan mereka atau mereka memaksakan anak-anaknya untuk menaati mereka, maka perilaku kedua orang tua yang demikian ini akan menjadi penghalang bagi kesempurnaan kepribadian mereka.
2)      Kedua orang tua harus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan menyiapkan ketenangan jiwa anak-anak. Karena hal ini akan menyebabkan pertumbuhan potensi dan kreativitas akal anak-anak yang pada akhirnya keinginan dan Kemauan mereka menjadi kuat dan hendaknya mereka diberi hak pilih.
3)      Saling menghormati antara kedua orang tua dan anak-anak. Saling menghormati artinya dengan mengurangi kritik dan pembicaraan negatif sekaitan dengan kepribadian dan perilaku mereka serta menciptakan iklim kasih sayang dan keakraban. Kedua orang tua harus bersikap tegas supaya mereka juga mau menghormati sesamanya.
4)      Mewujudkan kepercayaan. Menghargai dan memberikan kepercayaan terhadap anak-anak berarti memberikan penghargaan dan kelayakan terhadap mereka, karena hal ini akan menjadikan mereka maju dan berusaha serta berani dalam bersikap. Kepercayaan anak-anak terhadap dirinya sendiri akan menyebabkan mereka mudah untuk menerima kekurangan dan kesalahan yang ada pada diri mereka. Mereka percaya diri dan yakin dengan kemampuannya sendiri.
5)      Mengadakan perkumpulan antara orang tua dan anak. Dengan melihat keingintahuan fitrah dan kebutuhan jiwa anak, mereka selalu ingin tahu tentang dirinya sendiri. Tugas kedua orang tua adalah memberikan informasi tentang susunan badan dan perubahan serta pertumbuhan anak-anaknya terhadap mereka. Selain itu kedua orang tua harus mengenalkan mereka tentang masalah keyakinan, akhlak dan hukum-hukum fikih serta kehidupan manusia. Jika kedua orang tua bukan sebagai tempat rujukan yang baik dan cukup bagi anak-anaknya maka anak-anak akan mencari contoh lain; baik atau buruk dan hal ini akan menyiapkan sarana penyelewengan anak. Hal yang paling penting adalah bahwa ayah dan ibu adalah satu-satunya teladan yang pertama bagi anak-anaknya dalam pembentukan kepribadian.
Orang tua adalah penanggung jawab utama dalam pendidikan anak, sedang sekolah atau guru adalah penerima tanggung jawab dari orang tua yang tentu saja akan bertanggung jawab juga kepada Allah tentang perlakuannya selama anak itu berada bersama mereka. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa kerja sama antara orang tua dan guru penting sekali. Sekolah dalam hal ini guru memikirkan dan memilih sarana, bahan dan metode pembelajaran di sekolah.
Orang tua mendukung proses pendidikan di sekolah dengan cara:
1)      Membimbing anak untuk terus melanjutkan apa yang sudah diberikan di sekolah.
2)      Menemukan minat-minat anak yang kemudian hasilnya dapat dikomunikasikan dengan sekolah
3)      Mengkomunikasikan masalah-masalah pendidikan sekolah anak dengan pihak sekolah
4)      Memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar.
Dengan mengetahui hal-hal yang terkait dengan pendidikan anak tersebut diatas diharapkan akan terbentuk hubungan yang baik antara anak, orang tua dan sekolah. Dengan demikian akan diperoleh optimalisasi pendidikan terhadap anak.

B.                Peran Sekolah Dalam Pendidikan
Pada dasarnya pendidikan di sekolah merupakan bagian dari pendidikan dalam keluarga, yang sekaligus merupakan lanjutan dari pendidikan dalam keluarga
Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga,terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia,sekolah telah mencapai posisi yang sangat sentral dalam pendidikan keluarga. Hal ini karena pendidikan telah berimbas pola pikir ekonomi yaitu efektivitas dan efesiensi dan hal ini telah menjadi semacam ideologi dalam proses pendidikan disekolah. Yang dimaksud dengan pendidikan sekolah disini adalah pendidikan yang diperoleh seseorang di sekolah secara teratur, sistematis, bertingkat dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat.
Ada beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung disekolah ini yaitu:
1)      Diselenggarakan secara khusus dan dibagi atas jenjang yang memiliki hubungan hierarkis
2)      Usia anak didik disuatu jenjang pendidikan relatif homogen
3)      Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan pendidikan yang harus diselesaikan
4)      Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum
5)      Adanya penekanan tentang kualitas tentang pendidikan sebagai jawaban terhadap kebutuhan dimasa yang akan mendatang
Sebagi lembaga pendidikan yang bersifat normal, sekolah memilki tanggung jawab yang berdasarkan atas asas-asas yang berlaku, meliputi:
1)      Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang di tetapkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku
2)      Tangung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi tujuan dan tingkat pendidikan yang di percayakan kepadanya oleh masyarakat dan bangsa
3)      Tanggung jawab fungsional ialah tanggung jawab professional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan-ketentuan jabatannya
Peranan sekolah sebagai lembaga yang membantu lingkungan keluarga, maka sekolah bertugas mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus tingkah laku anak didik yang di bawa dari keluarganya. Sementara itu dalam perkembangan kepribadian anak didik, peranan sekolah dengan melalui kurikulum antara lain:
1)      Anak didik belajar bergaul sesama anak didik, antara guru dengan anak didik, dan antara anak didik dengan orang yang bukan guru (karyawan).
2)      Anak didik belajar mentaati peraturan-peraturan sekolah.
3)      Mempersiapkan anak didik untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara.
Fungsi sekolah menurut Suwarno yang diperinci dalam bukunya Pengantar Umum Pendidikan adalah sebagai berikut:
1)      Mengembangkan  kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan; Di samping bertugas untuk mengembangkan pribadi anak didik secara menyeluruh, fungsi sekolah yang lebih penting sebenarnya adalah menyampaikan pengetahuan dan melaksanakan pendidikan kecerdasan. Fungsi sekolah dalam pendidikan intelektual dapat disamakan dengan fungsi keluarga dalam pendidikan moral.
2)      Spesialisasi; Di antara ciri makin meningatnya kemajuan masyarakat ialah makin bertambahnya diferensiasi dalam tugas kemasyarakatan dan lembaga sosial yang melaksanakan tugas tersebut. Sekolah mempunyai fungsi sebagai lembaga sosial yang spesialisasinya dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
3)      Efisiensi; Terdapatnya sekolah sebagai lembaga sosial yang berspesialisasi di bidang pendidikan dan pengajaran, maka pelaksanaan pendidikan dan pengajaran dalam masyarakat menjadi lebih efisien, sebab: Seumpama tidak ada sekolah, dan pekerjaan mendidik hanya harus dipikul oleh keluarga, maka hal ini tidak akan efisien karena orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya, serta banyak orang tua tidak mampu melaksanakan pendidikan yang di maksud. Karena pendidikan sekolah dilaksanakan dalam program yang tertentu dan sistematis. Di sekolah dapat dididik sejumlah besar anak secara sekaligus
4)      Sosialisasi; Sekolah mempunyai peranan yang penting di dalam proses sosialisasi, yaitu proses membantu perkembangan individu menjadi mahluk sosial, mahluk yang dapat beradaptasi dengan baik di masyarakat. Sebab bagaimanapun pada akhirnya ia berada di masyarakat.
5)      Konservasi dan transmisi cultural; Fungsi lain dari sekolah adalah memelihara warisan budaya yang hidup dalm masyarakat dengan jalan menyampaikan warisan kebudayaan tadi (transmisi cultural) kepada generasi muda, dalam hal ini tentunya anak didik.
6)      Transisi dari rumah ke masyarakat
7)      Ketika berada di keluarga, kehidupan anak serba menggantungkan diri pada orang tua, maka memasuki sekolah di mana ia mendapat kesempatan untuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab sebagai persiapan sebelum ke masyarakat.
Di sekolah anak tidak mempunyai “hak-hak istimewa” seperti hal nya dalam keluarga di rumah. Semua anak mempunyai hak yang sama, kewajiban yang sama, dan diperlakukan yang sama. Di sinilah anak diperkenalkan dengan prinsip-prinsip kehidupan demokratis.
Di sekolah anak-anak belajar berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan, yang akan  dijadikan bekal untuk kehidupannya nanti di masyarakat dan inilah tugas utama dari sekolah.
Sejajar dengan kedudukan sekolah, ialah berbagai macam kursus-kursus, ditinjau dari fungsinya untuk memberikan bekal hidup kepada anak, maka nampaknya kursus–kursus ini lebih berhasil jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah biasa.


C.                Peran Masyarakat Dalam Pendidikan
Manusia adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang memiliki dorongan untuk hidup berkelompok secara bersama-sama yang didasari pada pemahaman bahwa manusia hidup bermasyarakat. Pendidikan dalam konteks ini adalah usaha untuk membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal agar mereka dapat berperan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung pada luas tidaknya produk serta kualitas pendidikan itu sendiri. Semakin besar output sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas maka tentu saja pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat, sebaliknya meskipun lembaga pendidikan mampu mengeluarkan outputnya tapi dengan SDM yang rendah secara kualitas, itu juga jadi masalah tidak saja bagi output yang bersangkutan tapi berpengaruh juga bagi masyarakat.
Pendidikan dan masyarakat saling keterkaitan, untuk mengembangkan pendidikan diperlukan partisipasi dari masyarakat. Masyarakat dalam konteks ini berperan sebagai subjek atau pelaku pendidikan, tanpa adanya kesadaran masyarakat akan pendidikan, maka negara tidak akan berkembang, kita akan tergantung pada orang atau negara lain yang jauh lebih berkembang dari kita, maka dari itu peranan masyarakat terhadap pendidikan sangat berpengaruh untuk perkembangan wilayah atau negaranya sendiri, melalui pendidikan masyarakat dapat memperoleh ilmu yang dapat ia manfaatkan di dalam kehidupan untuk kesejahteraan bersama.
Pembinaan dan tanggungjawab pendidikan oleh masyarakat, Bila dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang yang dengan berbagai ragam kualitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang berpendidikan tinggi. Baiknya kualitas suatu masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan para anggotanya, makin baik pendidikan anggotanya, makin baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah pendidikan dilingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan sebenarnya masih belum jelas, tidak sejelas tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah. Hal ini disebabkan faktor waktu, hubungan, sifat dan isi pergaulan yang terjadi di masyarakat. Meski demikian masyarakat mempunyai peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Peran masyarakat antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan Nasional, ikut melaksanakan pendidikan non pemerintah (sosial).
Walaupun tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan belum jelas, akan tetapi masyarakat harus berperan aktif dalam pendidikan, karena masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah lingkungan keluarga dan sekolah. Oleh karena itu untuk memperoleh kualitas yang baik terhadap pendidikan, maka kualitas masyarakat pun harus baik, agar saling menunjang antara satu dan lainnya, jika kualitas pendidikannya baik maka akan hasil didik yang baik secara keseluruhan.

D.                Peran Pemerintah Dalam Pendidikan
Peran pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan mencakup 2 aspek, yaitu aspek mutu dan aspek pemerataan pendidikan.

a.      Aspek Mutu
Mutu pendidikan di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi, karena sampai saat ini bukti dari peningkatan mutu tersebut belum nampak jelas. Indikatornya dapat dilihat sebagai berikut :
1)      Prestasi : masih jauh dibawah standar yang diharapkan
2)      Aspek non akademik : banyak kritikan terhadap masalah kedisiplinan, moral dan etika, kreatiitas dan kemandirian serta sikap demokratis yang tidak mencerminkan tingkat kualitas yang diharapkan.
3)      Kualitas pendidik : masih rendahnya atau kurangnya kesadaran dari seorang pendidik untuk mendidik dengan sungguh-sungguh.
4)      Kondisi lingkungan sekolah untuk mengimplementasikan pendidikan yang bersifat non akademik : pemerintah harus lebih mengembangkan mutu sekolah dengan memberikan arahan dan perbaikan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang didukung oleh tenaga kependidikan.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi pendidikan saat ini, antara lain :
1)      Pembenahan kurikulum pendidikan Memberikan kemampuan dan keterampilan dasar minimal, menerapkan konsep belajar tuntas dan membangkitkan sikap kreatif, inovatif, demokratis dan sikap mandiri anak didik.
2)      Meningkatkan Kualifikasi Tenaga Pendidik yang sesuai dengan kompetensi, keahlian dan kebutuhan sekolah baik melalui pendidikan maupun pelatihan.
3)      Menciptakan suasana yang kompetitif antar sekolah dalam memajukan dan meningkakan kualitas siswa dan sekolah sesuai standar yang telah ditetapkan.

b.      Aspek Pemerataan Pendidikan
Pemerintah harus menjamin pemerataan kesempatan bagi seluruh anak dari semua lapisan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan. Akan tetapi angka pemerataan pendidikan saat ini baru mencapai 70%. Indikator permasalahnnya dapat dilihat sebagai berikut :
1)      Banyak lapisan masyarakat yang belum mendapatkan pendidikan dasar secara optimal, khususnya didaerah terpencil, pelosok dan kumuh.
2)      Faktor geografis wilayah Indonesia yang sulit dijangkau sehingga masih banyak anak didik yang tidak bersekolah.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi pendidikan saat ini, antara lain :
1)      Memberikan perhatian khusus kepada anak kurang mampu terutama yang berada di daerah terpencil, pelosok dan kumuh.
2)      Membangun gedung sekolah di tiap-tiap daerah.
3)      Memberikan kepercayaan kepada daerah untuk membangun pendidikan sampai ke daerah terpencil, sehingga pemerintah pusat tidak perlu mencapai kepelosok-pelosok daerah di Indonesia.

Proses Kegiatan Belajar Kelas XI MIPA 1 & 2 Pada Materi Peran Keluarga, Sekolah, Masyarakat dan Pemerintah dalam Pendidikan